Senin, 04 April 2016

Lima Tips ala Edib Saat Jenuh Melanda



Segala sesuatu yang kita lakukan secara rutin pasti menimbulkan kejenuhan. Hal yang sederhana, makan saja bisa bosan meski makan adalah keharusan agar badan tetap fit. Misal, bosan makan nasi, maka makanlah mi ayam. Kesibukan di kantor juga membuat jenuh. Menulis puisi dan ngeblog adalah satu cara saya mengurangi kejenuhan. Namun, ngeblog juga membuat jenuh. Ah, jenuh memang suka beranak-pinak. Untungnya, manusia diberi oleh Tuhan akal untuk menyiasati kejenuhan itu.

Ini hari kedelapan tantangan menulis di blog “One Day One Post”. Terus terang saya senang sekali mengikuti tantangan ini. Alasan saya mengikuti tantangan ini adalah saya menantang diri sendiri agar lebih rajin menulis di blog. Terima kasih kepada Mbak Ani Berta yang sudah membuka jalan saya untuk menjalani tantangan ngeblog. ^_^ Bukankah sikap malas itu mesti diperangi? Sssst, sebenarnya sampai hari keenam kemarin saya mulai jenuh dan bosan, lho. Hehehe…. Tapi, lagi-lagi alasan menantang diri sendiri itu menjadi penyemangat. Yeah, selama semangat masih menyala, menulis yo tetap menulis!
Ini lima tips saya saat dilanda kejenuhan menulis ataupun ngeblog:
1.  Cari Suasana Baru
Biasanya mengetik tulisan di kantor atau di rumah. Ada baiknya sesekali nongkrong di tempat yang asyik. Misalnya kafe, pinggir jalan, atau di atas loteng. Serius di atas loteng? Haha! Ini kebiasaan saya dulu waktu di rumah. Jadi, di rumah itu adaloteng khusus jemur pakaian. Loteng itu tempat favorit saya kalau lagi bosan. Menulis pun tidak ada gangguan. Memandang langit lebih dekat rasanya seperti merefresh otak.
Kafe sepertinya favorit semua orang, apalagi kalau sedang deadline dan internet modem ngadat. :D Tapi, kalau saya mah tidak menunggu deadline atau internet lola. Niatnya cuma refresh suasana sembari memandang kesibukan orang-orang di kafe. Ada yang sibuk juga seperti saya di depan laptop, ada yang sekadar minum kopi sama pasangannya. Uhuk! Ini sama sekali tidak mengganggu, kok. Serius! :p
Memang bisa menulis di pinggir jalan? Ya, bisa, dong. Nah, apalagi di Jogja yang banyak tempat nongkrong di jalan. Lokasi favorit saya di Malioboro. Kan banyak bangku di sana. Nongkrong saja di situ. Nikmati suasana jalan raya sembari mencari inspirasi ataupun memuntahkan ide lewat tulisan.


2.  Menonton Video Youtube
Youtube termasuk media hiburan yang wajib ditonton di sela-sela kesibukan kerja di kantor juga kesibukan saat menulis. Tentunya ini harus didukung koneksi internet yang lancar, ya. Kadang yang bikin stres itu, sudah jenuh, eh internet malah lola. :( Tapi, ingat, harus bisa membatasi diri agar jangan sampai kelewatan memelototi Youtube. ^_^ Nanti bukannya merefresh pikiran, eh malah kebablasan nonton. :D


3.  Sesekali Tulislah Hal yang Tak Biasa Ditulis
Sesekali tulislah hal yang tidak biasa ditulis. Misalnya, kita biasa menulis tentang tema parenting, tidak ada salahnya saat jenuh menulis puisi untuk pasangan. Ehem! Atau, menulis cerita komedi yang terjadi di sekitar kita. Paling mudah, tulislah apa yang dirasakan saat itu. Lagi ngambek sama pasangan karena tidak dibelikan gadget baru? Tuliskan saja! Tentunya sambil merayu pasangan pakai taktik yang uhuk uhuk! Pletak!
Bisa juga menuliskan hal-hal yang terjadi di masa lalu. Kenangan indah dengan mantan, misal. Eh! Kenangan indah semasa sekolah. Kenakalan-kenakalan yang pernah dilakukan waktu SMA. Semua itu bisa dituliskan untuk meningkatkan kekuatan memori kita, lho. Perkara diposting di blog atau tidak, tergantung kita. :D


4.  Jalan-jalan Santai Tanpa Gadget
Pernah jalan-jalan tanpa gadget? Saya pernah dua kali. Sengaja tidak bawa gadget demi terjaganya stabilitas otak. Eh! :p Begini, saya termasuk kategori orang yang tidak bisa lepas dengan gadget. Mudah-mudahan bukan nomophobia, ya. Huhuhu! Tapi, saya sadar harus antisipasi agar tidak nomophobia. Kadang, ketergantungan pada gadget ini sangat menganggu aktivitas, lho. Bisa juga menjadi penyebab kejenuhan.
Jalan-jalan tanpa gadget membuat kita lebih leluasa menikmati perjalanan. Tidak usah ribet-ribet, jalan-jalan saja di sekitar kompleks atau di jalan raya dekat rumah. Menikmati pagi hari atau senja sembari melihat kondisi sekitar. Berbincang dengan tetangga dan pedagang kaki lima dekat rumah. Dijamin, pulang dari perjalanan singkat itu, otak kembali refresh, kejenuhan pun hilang.


5.  Belanja
Siapa yang tidak suka belanja? Saya termasuk perempuan yang jarang belanja. Belanja hanya sesuai keperluan yang penting saja. Jarang saya berkeliling mal atau pasar hanya sekadar mencari satu baju. Namun, kadang belanja juga perlu untuk merefresh otak dan memanjakan diri. Siapa bilang tidak boleh memanjakan diri dan menikmati hasil jerih payah kita sendiri? Banyak pilihan dalam berbelanja, bisa belanja keperluan bulanan, sembako, pakaian, atau sekadar wisata kuliner.

Yah, itulah lima tips dari saya. Masih banyak tips saat jenuh melanda. Apa tips kamu? Yuk berbagi! ;)

Jogja, 040416

8 komentar:

  1. Ngeyoutube aku Mbak dengerin musik ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Musik memang is the best buat pnghilang jenuh, ya. :D

      Hapus
  2. Kita beda tipis kegiatan atasi jenuh ya.
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam, pak cholik. Lama saya ga ke jombang.

      Hapus
  3. Belanja! Aku banget tuh Mak. Hihihihihihiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo belanja, ajak2 ya, mbak. Wkwkwk

      Hapus
  4. Nonton video youtube, sama nonton The Return of Superman, Mak^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah berapa kali nonton, mbak? Wkwk

      Hapus