Jumat, 19 Februari 2016

Lebih Dekat Mengenal Ika Koentjoro



Semenjak mengenal dunia blogging, saya jadi punya banyak teman dari mana pun dan berstatus apa pun. Dari gadis seperti saya (uhuk!), emak-emak alias ibu-ibu, bapak-bapak, brondong (dijewer), dan sebagainya. Tapi, setiap berbaur dengan para blogger, semua tidak memandang statusnya. Apakah sudah menikah atau tidak, apakah karyawan atau tidak, semuanya berbaur dengan akrab. Mau selfie bareng pun asyik-asyik saja.
Karena sekarang saya tinggal di Jogja, saya juga bergaul dengan beberapa blogger dari Jogja. Beberapa kali kami kopdar, entah cuma buat ngumpul-ngumpul atau di sebuah acara blogger. Rasanya menyenangkan kalau sudah ngumpul-ngumpul sembari sharing ilmu pastinya. Semua rame ngobrol macam-macam, dari topik A sampai Z. Tidak lupa, narsis selfie bareng jadi hal yang wajib dan menghebohkan.
Saya sangat suka membaca blog teman-teman blogger, baik itu tulisan tentang keseharian mereka, parenting, travelling, kuliner, dan lain-lain. Salah satu blogger dari Jogja yang membuat saya terkesima adalah Ika Koentjoro atau bisa dipanggil Mak Ika. Membaca blognya seperti sedang bertamu dan disuguhi macam-macam camilan enak. Apalagi ketika membaca tulisan Mak Ika tentang resep makanan, wah ini menggoda sekali. Saya jadi tergoda mau mempraktikkannya langsung.

Salah satu resep makanan di blog Mak Ika yang wajib saya coba adalah cireng. Saya penyuka cireng, tapi tidak pernah membuatnya sendiri. Camilan dari Bandung ini memang primadona banget. Nah, yang bikin memikat dari tulisan Mak Ika adalah gambar-gambarnya yang mengundang selera. Sepertinya saya perlu belajar teknik food photography  ke Mak Ika Koentjoro. ^_^
Tulisan-tulisan Mak Ika sangat membantu saya juga, lho, terutama buat mencari informasi seputar kuliner dan tempat nongkrong asyik di Jogja. Saya baru tahu ada Djendelo CafĂ©, sebuah kafe yang terletak di lantai atas sebuah toko buku dan harga menu di sana murah sekelas kantong mahasiswa. Saya juga baru tahu ada event Pasar Kangen setiap tahunnya di Jogja. Wah, saya perlu update berita event-event keren di Jogja. Kemarin saya juga membaca tulisan Mak Ika tentang nyeri punggung. Bekerja di depan komputer dari pagi sampai sore membuat saya sering merasakan nyeri punggung. Tulisan Mak Ika itu lumayan membantu. 
Beberapa tulisannya juga membahas tentang kota Purworejo, kota kecil yang pernah saya kunjungi. Rupanya perempuan yang khas dengan lesung pipit dan senyum manis ini pernah bolak-balik Purworejo-Jogja-Purworejo sebab urusan kerjaan. Memang, sih, Jogja-Purworejo sangatlah dekat. Naik kereta api Prameks cuma 1 jam lebih dan kalau naik mobil sekitar 2 jam (kata teman). Tapi, perjalanan itu pun terasa melelahkan pastinya. Apalah arti lelah jika kita mampu menuliskan aktivitas lewat blog? Yup, Mak Ika bisa merangkum kisah kesehariannya sehingga orang-orang bisa terinspirasi. Menulis itu sangat mudah ternyata. Tulislah dari hal yang ringan, hal yang kita alami, pasti menulis itu sangat menyenangkan.
Awalnya, saya pikir menulis tentang Mak Ika cukup dengan membaca beberapa tulisan di blognya, oow ternyata itu saja tidak cukup. Jemari saya belum memulai menulis di word, mata saya tak bisa berhenti membaca satu demi satu tulisan Mak Ika, dari tulisan di tahun 2016 hingga tulisan tahun 2011. Wow, cukup lama juga Mak Ika berkecimpung di dunia blogging. Penasaran dengan blog Mak Ika? Gampang, langsung saja meluncur ke ikakoentjoro.com, ya. ^_^
Salah satu foto karya Mak Ika. Keren!
Mak Ika beberapa kali jalan-jalan ke luar negeri gratis. Ihiks, bagian ini yang paling bikin ngiri. Kapan bisa jalan-jalan gratis, ya? (Hadeeeh, pencinta gretongan saya mah). Jalan-jalan gratis itu bukan karena menang lomba blog, melainkan karena Mak Ika dapat bonus dari sebuah perusahaan, rekan kerjanya. Eh, Mak Ika ternyata seorang mompreneur, lho. Usahanya di bidang distribusi makanan. Tidak hanya pintar menulis, Mak Ika juga pandai berbisnis. Semakin banyak membaca tulisan di blog Mak Ika, semakin banyak hal yang membuat saya terinspirasi. Suatu hari, saya juga pengin berbisnis. Yes, ini mimpi yang mesti diwujudkan.
Semoga akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya. Menjalin silaturahmi dan membuka pertemanan baru itu sangatlah bagus. Membaca kisah-kisah yang penuh inspirasi itu suatu keharusan. Aih, kapan bisa belajar food photograpy, Mak? Haha, ini pertanyaan pamungkas. Salam. :D

Jogja, 190216


13 komentar:

  1. Jadi inget ketemuan pertama kali saat bukber ya mak lathifah..seneng kan, gaul ama emak-emak, wkwwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, waktu itu saya masih malu2, eh malu2in, ya. Itu pertama kalinya nyasar di Jogja, lho. :v

      Hapus
  2. Mak Latifah seneng juga bisa kenalan dengan dirimu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Mak Ika. Moga bisa ketemu lagi. ;)

      Hapus
  3. Aku pengen belajar baking sama mak ika loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan2 kita serbu dapur Mak Ika, ya... Wkwkwk

      Hapus
  4. waah mak ikaaaa....
    Tiap ke jogya belon.pas aja kopdar ma belio..

    Emang bikin ngileeeeer poto2nyaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuuu, kita kopdar bareng, Mbak. ;)

      Hapus
  5. Mak lathifah, namamu sama dengan nama simbah putriku.. jadi kangen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, sama Lathifah-nya ya? Nama saya aslinya Ainun Lathifah. ^_^ Semoga kali ini nggak ngingetin sama Habibie, ya. Wkwkwk

      Hapus
  6. Fotonya aja udah enak, Kak. Wkwk :D

    BalasHapus
  7. Maaak, berarti kita sama dong: masih gadis (uhuk!) *lalu ditimpuk sama bintang arisan blog gara-gara OOT :)))

    BalasHapus
  8. The beauty og blogging is silaturahmi. Itu kata Om NhHer

    BalasHapus