Minggu, 31 Januari 2016

Mengapa Tidak Boleh Merokok di Ruangan Ber-AC?



(sumber gambar: http://designbump.com/38-brilliant-and-disturbing-anti-smoking-ads/)

Ketika berada dalam sebuah ruangan ber-AC dan terpaksa menghirup asap rokok, apa yang harus kita lakukan? Protes atau hanya diam saja? Kalau diam, kok kesannya saya jadi tipikal yang nrimo-nrimo saja. Kalau bersuara, kok saya kasihan dengan orang-orang yang saya tegur. Ya, saya kasihan dengan mereka yang merokok tidak melihat situasi dan tempat. Kalau mereka orang yang awam informasi, okelah saya tegur. Lah, ini orang berpendidikan tinggi. Jangan-jangan nanti saya malah dituduh mencemarkan nama baik. Kan, bisa berabe. Jadi teringat kasus seorang teman yang menagih utang ke seseorang. Di-SMS tidak membalas, ditelepon tidak diangkat, diinbox tidak dibalas juga. Terpaksa si teman menagih lewat status Facebook. Eh, malah dikatakan pencemaran nama baik. Huhu!
Terkadang saya merasa tidak enak menegur secara langsung. Yah, sering juga saya “tegur” secara tidak langsung, misal batuk-batuk (Ini betulan batuk. Tidak direkayasa. Cukup si Camelia Malik yang punya "Rekayasa Cinta".). Alasannya, saya paham betul merokok membantu mereka lebih maksimal berkreativitas. Merokok sambil bekerja sepertinya sudah menjadi habit mereka. Iya toh? Saya mah pengertian pakai banget. Sama dengan pengertiannya saya sama kamu, iya, kamu yang ditunggu-tunggu tapi belum datang jua. (Abaikaaan!)
Namuuun, ada baiknya saya menuliskan perasaan yang saya pendam. Ada baiknya saya menuliskan apa yang saya tahu. Mungkin saja mereka belum mengetahui asap rokok mereka itu tidak hanya berbahaya bagi orang lain, tapi juga bagi mereka sendiri? Kok bisa? Ya, bisa dong! Merokok di tempat terbuka saja berbahaya bagi kesehatan, apalagi merokok di ruangan ber-AC.
Ruangan ber-AC itu termasuk ruangan tertutup. Tidak ada udara luar yang masuk. Udara yang sudah tercemar oleh asap rokok menjadi semakin beracun. AC mengandung gas freon. Menurut  sejarah, awalnya, penggunaan gas freon dalam AC oleh Henry Du Pont secara tidak sengaja. Henry Du Pont gagal membuat senjata kimia yang berbahan gas freon. Henry Du Pont kecewa, lalu menyemprotkan gas itu ke sembarang benda. Di sinilah asal mula AC. Benda yang disemprotkan itu menjadi es atau membeku. Sayangnya, gas freon bisa mengurai menjadi zat yang beracun dan mematikan jika terkena asap panas, termasuk asap rokok.
Di ruangan ber-AC, terdapat titik-titik embun. Nah, titik embun itu akan mengikat zat-zat yang terkandung dalam asap rokok: Nikotin, tar, dan karbon monoksida. Karena sirkulasi udara di ruangan ber-AC sangat terbatas, asap itu akan kembali terhirup kembali oleh si perokok aktif dan menempel di paru-paru. Bahkan, perokok pasif juga akan terkena dampaknya. Dua kali lipat lebih berbahaya dibanding merokok di ruangan terbuka.
Apa asap rokok di ruangan ber-AC langsung benar-benar mematikan? Tentu tidak. Entah jika mungkin ada kasus yang langsung membuat orang mati. Yang jelas, udara di ruangan ber-AC yang sudah tercemar itu sangat berbahaya bagi pernapasan. Mungkin bagi perokok aktif tidak akan merasa berbahaya, tapi bagi perokok pasif yang berada satu ruangan dengan mereka jelas ini sangat berbahaya, khususnya orang yang punya gangguan kesehatan dan memerlukan lingkungan sehat. Misalnya, orang berpenyakit asma, kanker, TBC, dan sebagainya.
Duhai para perokok, teruslah merokok di ruangan tertutup dan di ruangan ber-AC jika kalian sendirian! Tidak ada yang melarang kalian merokok, tapi mulailah berpikir ada orang lain di sekitar kalian, mulailah merokok dengan bijak. Tidak semua orang bisa berkonsentrasi kerja jika menghirup aroma rokok. Tidak semua orang punya kestabilan kesehatan seperti kalian. Ada orang lain yang perlu lingkungan sehat. Ada orang lain yang sedang berjuang untuk sehat, tapi kalian malah membuatnya lebih parah.

Sumber: http://jaringnews.com/hidup-sehat/medika/2016/merokok-di-ruang-ber-ac-bisa-sebabkan-kematian

16 komentar:

  1. Wah baru tau penjelasan ilmiahnya. Ma kasih, Mak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Mbak Eka. Saya juga baru tau, jadi dishare. :D Makasih, ya.

      Hapus
  2. Aku benciiii bgt sm yg merokok di tempat umum. Istilahnya km yg merokok kok aku yg dpt penyakitnya. Wkwkwk.. sm jg kdg sy batuk. Kdg sy kibas2 asapnya atau tutup2 hidung. Pnh jg bpk pajabat merokok dgn angkuh di depot kecil pdhl ada bumil dan bayi.sy memilih pergi depd bermasalah. Tp klo abg alay gt sy tegur lgsg.. mudah2an para perokok lbh tau diri ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Ruli. Pake bahasa isyarat aja gak ngerti, ya. :D Kadang gak pndang pndidikan pula. Kayak cuek bebek aja.

      Hapus
  3. oh begitu jadi sangat merugikan sekali buat perokok pasiv yah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget, Mbak Lubena Ali. Apalagi buat yg punya gangguan kesehatan, bisa tmbah parah. -_-

      Hapus
  4. emang ada yang ngerokok di ruangan AC? yaampun, IQ sama etikanya :(

    di tempat terbuka aja aku ga suka, apalagi di dalem AC. meskipun dasarnya aku fine aja sih, tapi ada masa dimana deket orang ngerokok itu super annoying.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyaaak, Mbak Arifinda. -_- Saya kudu piye...

      Hapus
  5. Keren dan sangat informatif tulisan ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Bundcha. Padahal ini asli curhat. hiks. -_-

      Hapus
  6. Dimana-mana kalau saya cium bau rokok, pusiiiing rasanya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, Mbak Nurul. ganggu konsentrasi bgt. :(

      Hapus
  7. suka sebel ya kalo ada orang merokok :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saking sebelnya, gak tau gmn cara negurnya. -_-

      Hapus
  8. informatif bnget, mbak... trimZz... hehehehe. rokok kejam juga kalo berkolaborasi dengan gas freon ya !? -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, kejam bgt. Tapi bnyak yg mngabaikan bahayanya, ya.:(

      Hapus