Sabtu, 04 Mei 2019

Keseruan Main Airsoft di Jogja Airsoft Wargame (JAW)



“Besok mau ke mana?” tanya seorang teman.
“Rencana sih mau nulis aja. Tapi, ada yang ngajak main airsoft,” jawabku.
“Lho? Bukannya airsoft itu berbahaya dan ilegal, ya?”

Begitulah pertanyaan temanku ketika aku bilang mau main airsoft. Sebelum menjawab, aku pun searching tentang airsoft. Ternyata, airsoft bukanlah permainan ilegal. Airsoft tidak berbahaya jika dilakukan sesuai aturan. Ngomong-ngomong soal berbahaya nih, main kelereng pun berbahaya lho jika kelerengnya ketelan. Main petak umpet juga berbahaya kalau sembunyi di sumur. Main lompat tali berbahaya jika keliru melompat. Ini pengalamanku sendiri waktu kecil. Karena terlalu bersemangat mau lompat, aku tertubruk teman di belakang. Kaki keseleo dan bengkak selama seminggu. Kalau main hati? Aih, lupakan.

Pengarahan dari marshal

"Bang, bagaimana cara menembak hatinya biar tepat sasaran?"

Balik lagi ke airsoft. Permainan ini menggunakan unit (sebutan untuk alat yang digunakan) yang merupakan replika senjata api. Ya, sekadar replika yang bertenaga per, gas, atau baterai. Berat unitnya sekitar 3 kg. Peluru yang digunakan terbuat dari plastik berdiameter 6 mm. Peluru ini disebut ball bearing (BB). BB bentuknya kecil sekali dan tidak berbahaya, kecuali jika mengenai mata. Makanya, saat berada di area permainan, pemain harus menggunakan goggle (bukan google). Goggle adalah pelindung wajah dan mata. Pemain juga harus menggunakan rompi, baju berlengan panjang, celana panjang, dan sepatu.



Unit yang sekadar replika.
Sulitkah bermain airsoft? Aku baru pertama kali bermain kemarin di Jogja Airsoft Wargame di area parkir Lippo Plaza. Awalnya sih bingung karena belum pernah main dan belum pernah nonton video airsoft di Youtube. Ternyata semua pemain dikasih briefing dulu secara detail. Bagaimana cara memegang unit, apa saja yang harus dilakukan jika terkena peluru lawan, apa yang dilakukan jika jarak lawan kurang dari 5 meter, dan sebagainya. Marshal atau pemimpin permainan langsung memandu dari awal sampai akhir.

Sepertinya aku bakal ketagihan main airsoft nih. Buat kalian di area Jogja atau sedang berlibur di Jogja, cobalah bermain airsoft di Jogja Airsoft Wargame (JAW) di Lippo Plaza. Setiap weekday, JAW buka dari pukul 14.00 sampai 22.00. Setiap weekend, JAW buka dari pukul 10.00 hingga 22.00.
 
Belajar cara pegang unit seperti belajar pegang hatinya. Harus tepat dan tetap safe.
JAW mulai beroperasi sejak 17 Februari 2019. JAW berada di bawah di bawah naungan PORGASI (Persatuan Olah Raga Airsoft Seluruh Indonesia) cabang DIY. Tujuan beroperasinya JAW adalah untuk mengenalkan olahraga airsoft kepada masyarakat Jogja. Jadi, airsoft ini permainan sekaligus olahraga.

Apa sih manfaat airsoft? Banyak sekali. Pertama, melatih kemampuan fisik. Memegang unit seberat 3 kg sambil kadang berlari, tentu saja membuat fisik sehat. Satu kali main saja sudah berkeringat. Kedua, meningkatkan konsentrasi, bertindak cepat dan tepat, kerja sama, dan kejujuran. Pemain harus jujur jika terkena BB.

Bagaimana soal biaya? Setiap pemain cukup membayar 50 ribu rupiah. Ini sudah mendapat perlengkapan lengkap: satu unit airsoft, goggle, protective vest (rompi), dan satu buah magazine berisi 300 butir BB. Apa? Magazine? Majalah? Hehe, bukan majalah ya. Magazine itu tempat meletakkan peluru.
 
Aw aw aw! Sembunyi di mana nih?

Pantau terus. Jangan kasih kendor.

Waktu bermain airsoft selama 90 menit. Tentu saja kamu tidak bisa main sendirian, ya. Ajak teman-temanmu minimal 4 orang. Jika saat bermain pemain kekurangan BB, pemain bisa membeli BB dengan harga 15 ribu/magazine.

Ada lagi yang asyik nih. Kamu tidak mau main airsoft, tapi mau foto-foto dengan peralatan airsoft? Tentu saja bisa. Kamu cukup membayar 20 ribu per set. Perlengkapan airsoft dipakai selama 30 menit di arena Jogja Airsoft Wargame. Lumayan, lho, fotonya buat menghiasi feed akun Instagram-mu.
 
Goggle itu apa? Ya beginilah. (pic by @agustinapurwantini)

“Kan bulan puasa bentar lagi. Masa bisa main di JAW?”


Bisa, dong! Ada promo happy hour selama bulan Ramadan, lho. Main airsoft pada pukul 14.00-15.30 cuma bayar 40 ribu/orang. Kalau main pada pukul 16.00-17.30, cuma bayar 40 ribu/orang + free minuman. Jadi, puasa bukan alasan tidak bisa main airsoft. Tambahan promo lagi nih khusus April-Mei. Kumpulkan 5 nota JAW, maka kamu gratis bermain airsoft 1 kali. Jangan lupa upload fotomu yang lagi bermain di JAW, tag IG @jogjaairsoftwargame, nanti kamu dapat voucher diskon 10%.

Tidak perlu mikir lama. Buruan kunjungi Jogja Airsoft Wargame di arena parkir (P3) Lippo Plaza bersama teman, rekan kerja, maupun keluarga! Ingat selalu prinsip RSSF dalam bermain airsoft; Responsible, Smart, Safe, Fun.

"Memang kamu ikut main airsoft? No pic, hoax!"

Okelah, inilah foto yang ada diriku. Terima kasih, teman-teman KJOG yang sudah ngajak main airsoft.
Yang baju merah jangan sampai lepas. Gawat nanti. (pic by @rianadewie)

Tim hitam yang cuma main sekali, nggak sampai final. 😅 (pic by @rianadewie)

Anggota komunitas KJOG main di JAW. Kamu dan teman-temanmu kapan? (pic by @rianadewie)

 
 

Rabu, 02 Januari 2019

Debat



Menyimak perbincangan, menyimak perdebatan
Aku berdiri di samping pintu
Bukan takut bertanya, berkata, apalagi takut ramai
Kadang aku tersenyum saja
Asyik kurekam berbagai gaya kata-kata
Aih, menyimak itu hening
Menyimak itu gulali yang lesap di mulut
Kesenangan yang mahal harganya
"Karya di rumah ini jelek. Bla bla bla...," ucap si A, tanpa menyebut siapa-siapa
Lalu ada yang terbakar
Ada yang meronta
Ada yang merasa tersakiti
Ada yang sibuk menebarkan duri
Tanpa disadari duri pun menempel di telapak kaki
Manis gulali masih menempel di bibirku
Kujilati sembari bermain petak umpet
Aku beralih duduk di lantai
Rebah di kolong meja
Aku terbahak
Kudeklamasikan doa Chairil
Kutadah hujan Sapardi
Kumerdekakan o amuk kapak Sutardji
Lelah, aku menangis
Tapi air mataku tertawa
Terbahak lagi
Begitu dekat dengan Tuhan
Sebagai api dengan panas, ucap Abdul Hadi WM
Kebakaran kebakaran kebakaran!
Orang-orang di rumah ini berlarian
Debat-debat berasap
Kata-kata hilang makna
Berlomba siapa paling hebat mengejar matahari
Di luar, serombongan bocah SD upacara
Mengibarkan bendera tak bertiang
Tiang terbakar dan menghitam
Kalian tahu, kita terlalu sibuk meludah
Tak rindukah pada tanah lapang?

Jogja, 291215