Minggu, 29 Oktober 2017

Kalau Mau Makan Gurame, Datanglah ke Bale Ayu Resto


Sebenarnya judul di atas kurang lengkap. Edisi lengkapnya begini: “Kalau Mau Makan Gurame, Datanglah ke Bale Ayu Resto. Kalau datang ke Bale Ayu Resto, Pasti Makan Gurame.” Tapi, dua kalimat itu terlalu panjang untuk dijadikan judul, ya. :D Sebenarnya dua kalimat itu saya kutip dari Pak Yudhiono, General Manager PT Bale Ayu Group. Saya tertarik dan terkesima sekali dengan pernyataan itu. Kenapa? Dua kalimat itu mengingatkan saya pada kalimat serupa tentang Yogyakarta yang pernah saya buat dua tahun lalu: “Jika kamu mau selalu kangen, datanglah ke Yogyakarta. Jika kamu berkunjung ke Yogyakarta, pasti kamu akan selalu kangen .” Kalimat ini saya buat setelah beberapa bulan tinggal Yogyakarta. Yogyakarta memang ngangenin seperti halnya menu gurame di Bale Ayu Resto.

PT Bale Ayu Indonesia bergerak di bidang restoran dengan brand Bale Ayu Resto, Bale Bebakaran, Roemah Boemboe, dan Rumah Makan Padang Giwangan. Bale Ayu sudah berdiri sejak tahun 2009 dan dijadikan PT pada tahun 2015. Dan, saya baru tahu, ternyata Bale Bebakaran yang cabangnya banyak sekali di Yogyakarta, juga termasuk Bale Ayu Group. Padahal, saya sudah cukup sering menikmati hidangan di Bale Bebakaran. Menu yang selalu saya order di Bale Bebakaran nila bakar dan jamur krispi. Nah, terus terang saya belum pernah mencoba sajian di Bale Ayu Jombor ini. Secara kebetulan, ada sebuah undangan untuk hadir di Bale Ayu Jombor. Bukan sekadar datang, melainkan menikmati Cita Rasa Masakan Gurame di Bale Ayu Jombor. Tentunya saya ingin membuktikan jargon Bale Ayu: “Semua Bisa Makan Enak”. Di Bale Bebakaran, saya terpuaskan dengan menu makanannya yang enak. Bagaimana dengan menu di Bale Ayu Resto?


Sesuai dengan judul di atas, menu utama yang disajikan di Bale Ayu Resto adalah berbagai olahan ikan gurame. Total varian masakan gurame di Bale Ayu Resto sekitar 25 macam. Sebanyak itu? Ya jelas, tentu olahan ikan tidak hanya digoreng dan dibakar biasa toh, ada juga gurame pepes, sup, dan sebagainya. Bale Ayu Resto cabang Jombor ini baru dibuka pada November 2016. Berarti cabang Bale Ayu di Jombor ini baru berumur menjelang setahun. Tergolong baru untuk cabang Jombor ini, namun secara kualitas hidangan dan tempat tak berbeda dengan Bale Ayu Resto di Jl. Imogiri Timur KM 6, Bantul (dekat Terminal Giwangan) dan Bale Ayu Resto di Jl. Rajawali No 24, Cirendeu, Tangerang Selatan.
Gazebo. Cocok buat reunian nih.

Bicara tentang ikan, saya termasuk penyuka hidangan yang berbahan ikan, apalagi ikan tawar. Lahir dan besar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, membuat lidah saya tentu mengikuti keluarga dan lingkungan. Sejak kecil, saya sudah terbiasa makan ikan tawar. Sesuai julukannya “Kota Seribu Sungai”, banyak pula jenis ikan tawar di sungai maupun rawa-rawa di Banjarmasin. Bahkan, hingga sekarang, orang tua saya tidak ada yang doyan makan ikan laut. Saya pernah bercanda begini ke Abah, “Nanti ditenggelamkan Bu Susi, lho, Bah, kalau tidak makan iwak laut.” Jawab Abah, “Aku, kan, makan iwak sungai. Nanti aku ajaklah Bu Susi makan iwak lais.” Oh ya, orang Banjar menyebut ikan dengan iwak, sama dengan bahasa Jawa.
Gurame siap terbaaang...

Nah, karena penikmat ikan tawar, pilihan saya setiap makan selalu menunya ikan tawar (selama ada menu ikan tawar. Kalau tidak ada, ya terpaksa makan menu lainnya). Salah satu ikan tawar yang saya suka adalah gurame. Ikan yang terkenal karena cita rasa dagingnya ini memang salah satu ikan primadona dan banyak peminatnya.

Salah satu menu recommended di Bale Ayu Resto adalah gurame goreng terbang. Sempat sih bertanya-tanya kenapa disebut gurame terbang. Oalah, ternyata karena cara penyajian ikan gurame di piring seperti hendak terbang dengan posisi kepala ikan menghadap ke atas. Ada lagi gurame bakar bale ayu, gurame bakar madu, gurame bumbu rujak, gurame pesmol, gurame crispy ala Thai, gurame bumbu mangut, gurame bakar dabu-dabu, sup gurame, dan masih banyak olahan gurame lainnya. Tidak hanya gurame, menu di Bale Ayu Resto juga dilengkapi dengan bebragai sayur, snack, dan aneka minuman, seperti tahu masak telur asin dan tahu masak cabe garam. Dilihat dari berbagai menu, Bale Ayu Resto benar-benar memanjakan lidah pengunjung dengan cita rasa Nusantara.

Bale Ayu memang pusatnya di Yogyakarta. Pihak owner Bale Ayu punya alasan tersendiri kenapa Bale Ayu pertama kali dikembangkan di Yogyakarta. Yogyakarta menjadi trendsetter kuliner di Indonesia. Jadi, jika ingin membuat usaha kuliner di Indonesia, buka dulu di Yogyakarta, kembangkan, lalu mulailah merambah ke kota lain.

Bale Ayu Resto di Jombor ini tergolong luas, lho. Suasananya juga sangat nyaman. Area parkir yang luas tentu menjadi pilihan pengunjung. Total seat di Bale Ayu Resto Jombor sekitar 400 seat. Ada gazebo lumayan besar juga. Kebetulan, saat saya ke sana, ada sekumpulan orang sedang mengadakan reuni di gazebo itu. Buat kamu yang mungkin bingung memilih tempat untuk meeting, Bale Ayu bisa menjadi pilihan. Ada meeting room yang bisa memuat 20 pax dan 80 pax. Bahkan, Bale Ayu Resto bisa dipakai untuk acara nikahan. Ada juga area bermain untuk anak-anak. Jadi, jangan khawatir jika membawa anak-anak ke Bale Ayu Resto. Anak-anak tidak akan merasa bosan karena bisa bermain.

Rupanya, menu gurame di Bale Ayu Resto sudah sangat terkenal dan termasuk legend, ya. Saya sempat memosting foto Bale Ayu Resto di Instastory. Teman saya yang tinggal di Jakarta langsung mengomentari, “Ini restoran dari zaman aku di Jogja. Guramenya enak.” Zaman dia di Yogyakarta berarti sudah beberapa tahun lewat. Lama sekali.  Betapa saya kurang update, ya. Baru mencoba olahan gurame di Bale Ayu Resto kemarin, setelah 2,5 tahun tinggal di Yogyakarta. Tapi, tak pernah ada kata terlambat untuk mencoba, bukan? Semoga saya bisa kembali ke Bale Ayu Resto, serta bisa mengajak keluarga Banjarmasin ketika mereka berkunjung ke Yogyakarta. Pastinya, saya ingin mencoba cita rasa olahan gurame lainnya. Baru dua menu, lho, sisa 20 lebih aneka masakan gurame lagi yang harus dicoba. 😉
Saking tidak sabarnya mau makan gurame, menu sayur pun lupa difoto. 😅

Bale Ayu Resto Jombor ini beralamat di Jl. Magelang km. 6.3 Yogyakarta (selatan flyover Jombor/depan Indogrosir).  Awalnya, saya berpikir alamat Bale Ayu Jombor ini terlalu jauh karena saya tinggal di Banguntapan, Bantul. Jauh juga dari pusat kota Yogyakarta. Namun, ternyata pihak Bale Ayu Group punya alasan tersendiri kenapa harus memilih kawasan Jl. Magelang. Pertama, karena Jalan Magelang adalah jalan penghubung antara wilayah Yogyakarta dan Magelang.  Jadi, masyarakat yang menuju Magelang dan Semarang bisa mampir ke Bale Ayu Jombor. Kedua, Bale Ayu Jombor letaknya dekat perumahan dan perkantoran, jadi sangat cocok dijadikan tempat makan bersama keluarga dan teman. Ketiga, cabang Bale Ayu Resto sudah di wilayah selatan Yogyakarta (Bale Ayu Giwangan), jadi buka cabang lagi di utara Yoyakarta (Bale Ayu Resto Jombor) biar warga sekitar Sleman bisa menikmatinya.
Mari ucapkan alhamdulillah 😊
Harga menu makanan di Bale Ayu Resto Jombor sekitar 3k-75k, sedangkan untuk minuman sekitar 1k-15k.  Bagi pengunjung yang datang rombongan, juga ada harga paket, lho. Tentunya lebih murah dan hemat. Oh ya, Bale Ayu Resto juga sering promo. Seperti kemarin, saya melihat ada promo untuk anak-anak, pengunjung yang ultah, dan sebagainya. Saya sudah membuktikan kenikmatan ikan gurame di Bale Ayu Resto, lho. Apakah kamu mau mengajak keluarga dan teman makan gurame bareng? Yuk, ke Bale Ayu Resto saja!
Selalu ada promo menarik

GM Bale Ayu, Pak Yudhiono

Jumat, 27 Oktober 2017

Amanah Borneo Park, Tempat Wisata Edukasi dan Instagramble di Banjarbaru



Berbekal informasi dari internet dan melihat foto-foto di Instagram, pas mudik ke Banjarmasin kemarin aku menuntaskan rasa penasaran dengan tempat wisata yang lagi hits di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Namanya Amanah Borneo Park.


Amanah Borneo Park beralamat di Jl. Taruna Bhakti RT. 12 RW. 04 Kelurahan Palam, Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Alamatnya memang tidak di pusat kota, tapi sangat bisa dijangkau oleh kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil. Aku dan adikku ke sana mengandalkan GPS saja, kok. Pastinya tidak bakal kesasar. Hehe, ternyata adikku belum pernah ke sana. Tidak perlu takut terjebak macet karena jalan menuju Amanah Borneo Park lengang sekali. Aman pokoknya! Sayangnya, tidak ada angkutan umum untuk menuju Amanah Borneo Park.




Zaman sekarang, orang yang pergi ke tempat wisata bukan sekadar menikmati pemandangan, melainkan mencari objek bagus untuk berfoto plus bisa dijadikan wisata edukasi. Bisa menikmati pemandangan, foto-foto narsis, plus wisata edukasi, akan kalian temukan di Amanah Borneo Park.

Siang itu, saat cuaca sedang panas-panasnya, aku dan adikku menyempatkan diri berkunjung ke Amanah Borneo Park. Sebenarnya tidak ada masalah sih mau berkunjung ke sana ketika siang hari. Di sana ada tempat penyewaan payung, lho. Jadi, jangan khawatir dengan cuaca panas, ya.  Kalau aku, sih, karena begitu bangga dengan kulit eksotis ini, tak patutlah pakai payung segala. :D


Memasuki kawasan Amanah Borneo Park, pengunjung disambut tugu Amanah Borneo Park yang tampak gagah sekali. Setelah memarkir motor, aku dan adikku langsung menuju tempat pembelian tiket yang berada tepat di dekat area parkir. Tempat pembelian tiket ini sangat unik dan cukup instagramable. Tambah penasaran, dong, bagaimana kondisi di dalamnya.



Hal pertama yang kulihat adalah spot foto dalam bentuk hati (love). Kayaknya ini spot yang tak pernah lekang oleh waktu dalam beberapa tahun ini, ya. Di banyak tempat wisata, hampir selalu ada area seperti ini. Pemandangan selanjutnya adalah kumpulan pot bunga yang didesain seperti sedang dituang dari tong besar. Instagramble lah buat foto-foto narsis.


Amanah Borneo Park merupakan taman rekreasi dan edukasi. Karena, taman ini dilengkapi wahana-wahana yang cocok untuk anak-anak. Ada Taman Lalu Lintas yang mengedukasi anak-anak tentang rambu-rambu lalu lintas. Ada Rabbit Park atau taman kelinci, yang berisi kelinci-kelinci. Taman kelinci ini sangat menarik karena dilengkapi sarang atau rumah kelinci. Anak-anak bisa bercengkerama dengan kelinci-kelinci imut nan lucu itu. Selain itu, ada juga wahana Tangkap Ikan dan fasilitas kereta untuk mengelilingi area Amanah Borneo Park.




Mau terapi dengan ikan-ikan? Nah, di Amanah Borneo Park juga disediakan wahana Refleksi Ikan atau terapi kaki dengan ikan-ikan kecil. Bagi yang pernah mencoba terapi ikan ini, pasti akan ketagihan. Konon, terapi ini bisa membuat sehat tubuh kita.  Untuk menguji adrenalin, Amanah Borneo Park juga menyediakan wahana jembatan goyang, flying fox, dan sepeda udara. Tentunya, permainan ini dilengkapi peralatan safety standar keselamatan yang lengkap, ya.



Amanah Borneo Park cocok sekali dikunjungi oleh semua kalangan usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Jika kalian bingung mau ke mana liburan yang asyik bersama keluarga dan sahabat, Amanah Borneo Park bisa jadi pilihan. Berapa bioaya masuk ke Amanah Borneo Park? Sebulan lalu aku ke sana sih harga tiket masuknya 20.000 rupiah/orang (dapat air mineral). Harga tiket itu belum termasuk harga tiket wahana, ya. Biar lebih hemat, beli saja tiket yang satu paket.




Tak perlu takut kelaparan karena di dekat taman berderet warung-warung yang menjual berbagai makanan dan minuman. Sekarang Amanah Borneo Park terus melakukan pembenahan demi memuaskan para pengunjung. Kalau pengunjung sukanya tempat yang ramai, silakan berkunjung di akhir pekan. Tapi, kalau suka suasana yang agak lengang, silakan saja datang ke Amanah Borneo Park pada hari kerja (Senin-Jumat). Kemarin aku ke sana agak lengang. Hanya ada beberapa orang pengunjung dan serombongan anak-anak TK beserta guru dan orang tua.

Jumat, 06 Oktober 2017

Lawang Sewu, Kita, dan Waktu



“Waktu adalah pedang”, ini sebuah peribahasa yang sudah familier di telinga. Aku sangat setuju. Aku mau menambahkan, waktu adalah kita. Ya, waktu bukanlah aku saja atau kamu saja, melainkan kita. Siapa sajakah kita itu? Kita adalah keluarga. Kita adalah sahabat. Kita adalah sekumpulan manusia yang rindu bercengkerama. Kita adalah kebersamaan yang selalu ada.




Di sela waktu yang padat (cieee, sok sibuk!), di sela waktu mengejar jadwal travel, bus, dan kereta, kita masih bisa menyempatkan diri bercengkerama menyusuri peninggalan sejarah yang tetap banyak pengunjungnya hingga sekarang.

Bicara tentang sejarah dan Semarang, tentu tak bisa lepas dengan namanya Lawang Sewu. Lawang Sewu dan Semarang adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Rasanya terasa hambar jika ke Semarang tidak berkunjung ke Lawang Sewu. Dulu, aku pikir Lawang Sewu itu benar-benar berpintu seribu. Ternyata disebut Lawang Sewu karena pintunya sangat banyak, melebihi jumlah pintu bangunan pada umumnya. Setiap pintu memiliki dua dan empat daun pintu. Ya, seperti hewan kaki seribu itu, nyatanya jumlah kakinya tidak seribu.


Bangunan Lawang Sewu dikenal sebagai saksi kekejaman penjajah Belanda zaman dulu. Bangunan ini dikenal angker, lho. “Beli tiket masuk bonus menginap satu malam, lho, Mbak. Mungkin mau uji nyali di sini,” kata si guide. Okelah, Mas Guide, aku hibahkan saja bonus itu ke pengunjung lain. :D

Aku sembari menunggu travel ke Jogja beberapa jam lagi. Kalian (Bundcha, Hermini, dan Andini) sembari menunggu bus tujuan Solo beberapa jam lagi. Kita bersama menikmati keheningan Lawang Sewu. Dipandu seorang guide, kita menyusuri jejak-jejak sejarah. Bermula dari toilet yang sudah ada sejak zaman Belanda, bangunan berpintu banyak, hingga kereta lama. Tentu, di sela penjelasan guide, kita asyik berfoto bersama, selfie, dan mengambil gambar beberapa spot menarik.
Terciduk di toilet cowok.
Waktu adalah kita. Kamu, seorang teman yang sedang menunggu jadwal kereta satu jam lagi, masih sempat menyusul ke Lawang Sewu. Uwan namanya. Biasalah, si Uwan itu fans setia kita. Benar, kan? Yaaa, meskipun waktu sangat sedikit dan Uwan selalu memelototi Hp-nya karena menunggu driver ojek online, kebersamaan kita berlima pastilah bermakna. (Hmmm, tanpa Uwan juga bermakna, kok. Eh! :p ).


Waktu adalah kita. Kalian harus setuju. Waktu adalah pedang. Aku pun setuju. Karena waktu adalah pedang, segala sesuatu harus dilakukan tepat, cepat, dan tidak boros waktu. Benar, kan? Di era teknologi yang semakin canggih dan hidup serba pakai internet, lola alias lemot adalah hal yang paling tidak disukai. Internet lola atau lemot jelas membuat segala hal berjalan lambat, misal booking tiket jadi perlu waktu lama, menghubungi keluarga jadi telat, cek e-mail jadi slow respon, dan sebagainya. 


Beruntunglah sinyal XL yang lancar tak membuat semua berjalan lemot. Aku bisa cek jadwal perjalanan travel Semarang-Jogja, bisa cek e-mail pekerjaan, dan tentunya bisa berkomunikasi dengan keluarga di Banjarmasin sana. Oh ya, bagi pengguna XL, jangan lupa aktifkan paket Xtra Combo, ya. Selain bisa menikmati sinyal internet XL yang lancar, kamu juga bisa turut serta memajukan pendidikan di Indonesia. Kok bisa? Setiap kamu beli paket Xtra Combo, XL akan menyumbangkan 25 MB untuk pelajar di wilayah 3T (terjauh, terdepan, dan terluar). Tentunya sumbangan 25 MB itu tidak memotong kuotamu. 



Waktu adalah kita, kawan-kawan. Yuk, saatnya berdonasi dan membantu sesama. Bersyukur bisa menyempatkan diri untuk menikmati Lawang Sewu meski cuaca Semarang begitu panasnya. Bersyukur bisa mengenal wisata Semarang yang sangat terkenal ini. Waktu tidak bisa dipersingkat dan tidak bisa diperpanjang, tapi waktu adalah kita, kebersamaan yang akan selalu ada, seperti XL yang tetap setia menemani perjalanan.



Waktu adalah kita. Jadi, kapan kita jalan-jalan lagiii? ;)